RADAR69.ID – Jakarta, Insiden pabrik di Jepang diserang terjadi di sebuah pabrik karet di Kota Mishima, Prefektur Shizuoka, pada Jumat (26/12/2025) sore. Serangan brutal tersebut mengakibatkan sedikitnya 14 orang mengalami luka-luka setelah seorang pria melakukan penusukan dan menyemprotkan cairan di dalam area pabrik.
Peristiwa ini langsung memicu respons darurat dan penyelidikan intensif dari pihak berwenang setempat.
Baca Juga: Darurat! Kebakaran Rumah Makan Bogor, Api Lukai Dua Orang
Kronologi Pabrik di Jepang Diserang di Mishima
Pihak pemadam kebakaran menerima laporan darurat sekitar pukul 16.30 waktu setempat dari sebuah pabrik karet. Laporan awal menyebutkan bahwa beberapa orang telah ditusuk oleh seorang pria dan terdapat penggunaan cairan semprot di lokasi kejadian.
“Empat belas orang sedang diangkut oleh layanan darurat,” kata pejabat Departemen Pemadam Kebakaran Kota Mishima, Tomoharu Sugiyama, Jumat (26/12/2025).
Situasi di dalam pabrik sempat kacau sebelum petugas keamanan dan layanan darurat berhasil mengamankan area.
Pelaku Ditangkap Polisi
Dalam kasus pabrik di Jepang diserang ini, kepolisian setempat telah menangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku. Tersangka dilaporkan berusia 30-an dan memiliki keterkaitan dengan pabrik tempat kejadian berlangsung.
Pelaku disebut mengenakan perlengkapan yang menyerupai masker gas saat melancarkan aksinya. Ia juga diduga membawa senjata tajam yang digunakan untuk menyerang para pekerja di dalam fasilitas produksi.
Hingga kini, motif pelaku masih dalam penyelidikan aparat.
Korban Luka Usai Pabrik di Jepang Diserang
Dari total korban dalam insiden pabrik di Jepang diserang, setidaknya enam orang harus segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan sejumlah ambulans. Para korban mengalami luka akibat tusukan senjata tajam dan paparan cairan yang disemprotkan oleh pelaku.
Sugiyama menyebutkan bahwa tingkat keparahan luka para korban masih belum dapat dipastikan sepenuhnya karena proses pemeriksaan medis masih berlangsung.
Lokasi Produksi Ban
Pabrik yang menjadi lokasi kejadian diketahui dikelola oleh Yokohama Rubber, perusahaan yang memproduksi ban untuk kendaraan berat seperti truk dan bus. Aktivitas produksi di lokasi tersebut dihentikan sementara untuk kepentingan penyelidikan dan sterilisasi area.
Insiden ini mengejutkan publik mengingat Jepang dikenal sebagai negara dengan tingkat kejahatan kekerasan yang relatif rendah serta aturan kepemilikan senjata yang sangat ketat.
Penyelidikan Masih Berjalan
Pihak kepolisian memastikan bahwa kasus akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penyelidikan difokuskan pada motif pelaku, jenis cairan yang digunakan, serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi serangan tersebut.
Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang.
