RADAR69.ID – Jakarta, Penemuan lumba lumba Rokan menggegerkan warga setelah seekor lumba-lumba ditemukan dalam kondisi mati di Sungai Rokan, tepatnya di kawasan Surau Munai, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), pada Senin (15/12/2025) pagi. Mamalia laut tersebut diduga terbawa arus hingga jauh ke hulu sungai yang bukan merupakan habitat alaminya.
Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra mengatakan, lumba-lumba tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Marlis (45).
“Berdasarkan laporan yang kami terima, lumba-lumba tersebut ditemukan dalam keadaan sudah mati terbawa arus Sungai Rokan. Setelah ditemukan, nelayan yang bersangkutan langsung berkoordinasi dengan pihak desa dan instansi terkait,” kata AKBP Emil dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).
Baca Juga: Tragis! Bocah 9 Tahun Tewas Ditusuk di Rumah Mewah Cilegon
Lumba Lumba Rokan Dievakuasi ke Dusun Pebadaran
Setelah penemuan lumba lumba tersebut, Marlis bersama rekannya segera menghubungi aparat Desa Kepenuhan Hulu. Bangkai lumba-lumba dengan panjang sekitar 240 sentimeter kemudian dievakuasi ke Dusun III Pebadaran, Desa Kepenuhan Hulu.
Sekitar pukul 10.30 WIB, lumba-lumba tersebut tiba di lokasi evakuasi dan langsung diperiksa oleh petugas dari Puskesmas Kepenuhan Hulu yang didampingi pihak terkait.
“Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa lumba-lumba tersebut sudah dalam keadaan mati,” imbuh AKBP Emil.
Dikuburkan atas Kesepakatan Warga
AKBP Emil menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan warga setempat, bangkai lumba lumba akhirnya dikuburkan.
Atas kesepakatan bersama, proses penguburan dilakukan di Dusun Pebadaran, Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan Hulu. Langkah ini diambil untuk mencegah pencemaran lingkungan serta menghindari bau tidak sedap yang dapat mengganggu warga.
Lumba Lumba Rokan Sempat Viral dan Jadi Perhatian Publik
Sebelum ditemukan dalam kondisi mati, kemunculan lumba lumba di Sungai Batang Lubuh atau Sungai Rokan Kanan sempat menjadi fenomena langka dan viral di media sosial. Satwa tersebut terlihat beberapa kali muncul ke permukaan sungai, memicu rasa kagum sekaligus kehebohan di tengah masyarakat.
Saat itu, pemerintah daerah sempat mengimbau warga agar menjaga dan tidak mengganggu lumba-lumba yang tersasar jauh dari habitat aslinya, dengan harapan satwa tersebut dapat kembali ke perairan laut secara alami.
Namun, penemuan lumba-lumba dalam kondisi tidak bernyawa ini mengakhiri harapan warga yang sebelumnya berharap mamalia laut tersebut dapat diselamatkan.
Pentingnya Menjaga Ekosistem Sungai
Kematian lumba-lumba ini menjadi pengingat penting tentang kondisi ekosistem sungai. Kehadiran mamalia laut di perairan tawar yang jauh dari habitat alaminya memunculkan berbagai pertanyaan. Faktor lingkungan, kualitas air, hingga kelelahan akibat migrasi yang tidak lazim menjadi sorotan utama.
Peristiwa ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat secara kolektif. Menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Rokan menjadi tanggung jawab bersama. Dengan begitu, biota air tetap terlindungi dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
