RADAR69.ID – Jakarta, Israel akui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat dalam langkah diplomatik yang mengejutkan dunia internasional. Pengakuan resmi ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui wilayah yang memisahkan diri dari Somalia sejak 1991. Selain pengakuan, Israel dan Somaliland juga menandatangani deklarasi untuk membuka hubungan diplomatik penuh.
Netanyahu menyebut pengakuan ini sebagai bagian dari semangat Perjanjian Abraham, yang mendorong normalisasi hubungan Israel dengan negara dan entitas lain di kawasan.
“Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” kata Netanyahu.
Baca Juga: Mencekam! Pabrik di Jepang Diserang, Pelaku Bersenjata Lukai Belasan Karyawan
Apa Itu Somaliland?
Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991, setelah pecahnya perang saudara brutal yang mengguncang negara tersebut. Wilayah ini berada di barat laut Somalia, mencakup bekas Protektorat Inggris di Somalia utara. Meski tidak pernah diakui negara anggota PBB, Somaliland beroperasi secara de facto sebagai negara dengan pemerintahan, parlemen, mata uang, dan bendera sendiri.
Berbeda dengan sebagian besar wilayah Somalia yang lama dilanda konflik, Somaliland relatif stabil sejak akhir 1990-an. Namun, pemerintah Somalia secara konsisten menolak kemerdekaan Somaliland dan menganggapnya sebagai bagian sah dari wilayah nasionalnya. Sengketa juga masih terjadi di wilayah timur Somaliland yang tidak sepenuhnya mendukung agenda separatis dari ibu kota Hargeisa.
Israel Akui Somaliland dan Jalin Hubungan Diplomatik
Dalam pengumumannya, Netanyahu juga menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi, yang dikenal sebagai Cirro, serta mengundangnya untuk berkunjung ke Israel. Keduanya bahkan melakukan percakapan langsung saat pengakuan resmi ditandatangani.
“Saya ingin Anda tahu bahwa saya sedang menandatangani pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland saat kita berbicara sekarang,” kata Netanyahu kepada Abdullahi.
Ia menambahkan bahwa hubungan baru ini akan membuka peluang kerja sama di bidang pertanian, kesehatan, teknologi, dan ekonomi. Pemerintah Somaliland menyambut pengakuan tersebut sebagai momen bersejarah dan menyatakan kesiapan bergabung dengan Perjanjian Abraham.
Somalia dan Dunia Internasional Bereaksi
Keputusan Israel akui Somaliland memicu kecaman keras dari pemerintah Somalia. Mogadishu menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan menyebutnya sebagai tindakan agresi terhadap integritas wilayah Somalia.
“Kami akan menggunakan semua cara diplomatik yang tersedia untuk menentang tindakan agresi negara dan campur tangan Israel dalam urusan internal Somalia,” kata Menteri Luar Negeri Somalia, Ali Omar.
Penolakan juga datang dari negara-negara Afrika dan Arab. Uni Afrika menegaskan bahwa Somaliland tetap bagian integral dari Somalia dan memperingatkan pengakuan sepihak dapat menciptakan preseden berbahaya. Sikap serupa disampaikan Liga Arab dan Dewan Kerja Sama Teluk, yang menilai langkah Israel bertentangan dengan hukum internasional dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Tanduk Afrika.
Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan mengikuti langkah Israel dalam waktu dekat dan bahkan mempertanyakan keberadaan Somaliland.
“Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?” kata Trump.
Israel Akui Somaliland, Dampak Besar di Tanduk Afrika
Pengakuan Israel ini menjadi titik balik penting bagi Somaliland setelah lebih dari tiga dekade terisolasi secara diplomatik. Di ibu kota Hargeisa, ribuan warga turun ke jalan untuk merayakan langkah tersebut. Sebagian warga bahkan mengibarkan bendera Israel sebagai simbol harapan akan pengakuan internasional yang lebih luas.
Meski demikian, mayoritas komunitas internasional masih memegang prinsip persatuan wilayah Somalia. Ke depan, langkah Israel yang mengakui Somaliland diperkirakan terus memicu perdebatan geopolitik. Isu ini berpotensi menguat di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Perdebatan tersebut berkaitan dengan masa depan wilayah yang telah lama berdiri sendiri, namun belum diakui dunia.
