RADAR69.ID – Jakarta, Banjir terjang Cirebon pada Selasa (23/12/2025) sore hingga malam akibat hujan deras yang memicu meluapnya sejumlah sungai di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Peristiwa ini berdampak luas pada kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga pusat aktivitas ekonomi warga di beberapa kecamatan.
Pemerintah daerah memastikan penanganan darurat langsung dilakukan dan kondisi banjir kini berangsur surut.
Baca Juga: Murka Publik! Bonnie Blue Lecehkan Bendera di Depan KBRI
Banjir Terjang Cirebon Akibat Sungai Meluap
Berdasarkan hasil asesmen sementara, banjir di Cirebon dipicu meluapnya sedikitnya empat titik sungai di Kecamatan Sumber. Selain Sumber, tujuh kecamatan lain turut terdampak, yakni Talun, Plumbon, Tengahtani, Weru, Gunungjati, Kedawung, dan Mundu.
Secara keseluruhan, banjir merendam sedikitnya 17 desa dan kelurahan, dengan ketinggian air yang bervariasi di setiap wilayah.
Pemkab Lakukan Asesmen Lapangan
Pemerintah Kabupaten Cirebon saat ini masih melakukan pendataan dampak banjir di lapangan. Dinas Sosial telah diterjunkan untuk membantu warga terdampak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan penanganan darurat pascabanjir.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan dirinya turun langsung meninjau kondisi banjir untuk mencari penyebab utama kejadian tersebut.
“Malam ini saya turun langsung untuk mencari sumber penyebab banjir agar bisa segera ditangani dan ke depan banjir dapat diantisipasi,” kata Agus.
Banjir Terjang Cirebon Dipicu Penyempitan Sungai
Dari hasil peninjauan sementara, Agus menemukan adanya penyempitan badan sungai yang dipicu oleh sedimentasi dan perubahan alur sungai. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak tertampung dengan baik saat curah hujan tinggi.
Untuk penanganan lanjutan, Pemkab Cirebon langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Koordinasi tersebut dilakukan bersamaan dengan peninjauan langsung di beberapa titik sungai yang dinilai rawan meluap,” jelas Agus.
Gudang Toserba Jebol
Di Kecamatan Sumber, banjir terjang Cirebon juga mengakibatkan jebolnya gudang sebuah toko serba ada. Derasnya arus banjir menghanyutkan barang dagangan seperti kemasan popok bayi dan makanan ringan, yang kemudian berhamburan di aliran sungai dan menghebohkan warga.
Bupati Cirebon Imron membenarkan peristiwa tersebut setelah meninjau lokasi.
“Kita tadi meninjau, toserba ini kemarin kebanjiran dan banyak barangnya yang hanyut,” ujar Imron.
Ia menjelaskan banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu dengan karakter air yang datang dan surut relatif cepat.
“Ini banjir kiriman, karena airnya cuma lewat dan tidak lama,” katanya.
Banjir di Cirebon, Ribuan Rumah dan Warga Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat banjir terjang Cirebon berdampak pada ribuan rumah warga dan lahan pertanian. Sedikitnya 3.923 unit rumah di 24 desa dan sembilan kecamatan sempat terendam.
Jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 10 ribu jiwa, dengan sebagian warga sempat mengungsi secara sementara. Pemerintah daerah memastikan saat ini seluruh genangan air telah surut dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing.
Penanganan dan Mitigasi Diperkuat
Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan penanganan ke depan akan difokuskan pada normalisasi sungai, perbaikan tembok penahan tanah, serta penguatan koordinasi dengan daerah hulu untuk mencegah banjir berulang.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada di tengah musim hujan dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar aliran sungai.
