RADAR69.ID – Jakarta, Kecelakaan bus Semarang melibatkan PO Bus Cahaya Trans di jalan tol Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (22/12/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 17 orang mengalami luka-luka, sementara bus diketahui membawa total 33 penumpang.
Bus bernomor polisi B 7201 IV itu dilaporkan dalam perjalanan dari Jatiasih, Bekasi menuju Yogyakarta. Di lokasi kejadian, bus menabrak pembatas jalan di simpang susun Gerbang Keluar Tol Krapyak hingga akhirnya terguling.
Baca Juga: Tragis! Kereta Tabrak Gajah di India, 7 Ekor Tewas Seketika
Kecelakaan Bus Semarang: Dugaan Bus Melaju Kencang dan Hilang Kendali
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menuturkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, bus diduga melaju kencang sebelum kehilangan kendali.
Sesampai di simpang susun Gerbang Keluar Tol Krapyak, bus menabrak pembatas jalan, lalu terguling ke sisi kiri. Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menjelaskan, posisi terguling ini membuat korban terbanyak berada di barisan kursi sebelah kiri.
Ribut juga menyampaikan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, termasuk olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan barang bukti.
Sopir Cadangan Diperiksa dan Dites Urine
Dalam proses penyelidikan, sopir bus yang selamat kini diperiksa oleh kepolisian. Ribut menyebut sopir yang mengemudi saat kejadian merupakan sopir cadangan.
“Setelah kami cek, ternyata driver bus tersebut adalah driver cadangan. Terhadap driver, kami sedang tes urine, kami tes apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau zat yang dilarang lainnya,” ujar Ribut, Senin (22/12/2025).
Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan dua sopir beserta kernet untuk kepentingan penyelidikan, termasuk pendalaman terkait pengalaman mengemudi.
“Sampai saat ini, Polrestabes Semarang masih mengamankan dua orang sopir bus beserta kernet guna kepentingan penyelidikan,” Kapolrestabes Semarang, Kombes M Syahduddi, Selasa (23/12/2025).
“Jam terbang mengemudi relatif minim. Kondisi ini menjadi salah satu aspek penting yang tengah didalami untuk mengungkap secara komprehensif penyebab kecelakaan maut tersebut,” ujarnya.
Daftar 16 Korban Meninggal Dunia
Kepolisian merilis data identitas korban meninggal dunia. Sebanyak 15 korban dilaporkan meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban meninggal saat perawatan. Berikut data 16 korban meninggal dunia:
Korban meninggal di RSUP dr Kariadi (15 orang):
Sadimin (57), Srihono (53), Listiana (44), Sugimo (62), Haryadib (43), Mutia Citra (19), Saguh (62), Wahyu Eko (26), Erna Peni (53), Yanto (47), Anis Munandar (36), Noviani (31), Dwi Rahayu (47), Anih (56), Ngatiyem (48).
Korban meninggal di RSUD Adhyatma MPH/RSUD Tugurejo (1 orang):
Endah (48).
Kecelakaan Bus Semarang: Korban Luka Dirawat di Sejumlah RS
Korban luka akibat kecelakaan ini dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Semarang. Terdapat korban luka ringan yang dirawat di RSUD Tugurejo, korban luka yang ditangani RS Columbia, serta korban luka yang dirawat di RS Elisabeth.
Korban luka ringan dirawat di RSUD Tugurejo (8 orang):
Gilang Ihsan Faruq (21), Purwoko (49), Robi Sugianto (50), Ardi Nata Triguna (28), Setiyadi Sarwono (66), Marno (29), Nyi Mas Jihan (26), Rujiyanti (54).
Korban dirawat di RS Columbia (6 orang):
Rafi Abdurahman (19), Karnoto (31), Hafis Ahmad (19), Parwono (57), Prisma Andika (32), Ahmad Purnomo (57).
Korban dirawat di RS Elisabeth (3 orang):
Hakeem Myrnago (30), Aulia Penaya (27), Mahija Ketara (2).
Selain penanganan medis, kepolisian juga fokus pada proses identifikasi, pendampingan keluarga, dan pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing.
“Kami turut berdukacita atas meninggalnya para korban dalam peristiwa kecelakaan ini. Peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama, dan kami berupaya maksimal memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ungkap Syahduddi
Kecelakaan Bus Semarang: Sorotan Kelaikan Kendaraan Masih Didalami
Penyelidikan kecelakaan bus ini juga menyoroti aspek teknis dan kelaikan kendaraan. Pemeriksaan terhadap kondisi bus, situasi jalan, serta faktor pendukung lain masih berlangsung untuk memastikan penyebab utama insiden.
“Sopir masih terus kita periksa dan dalami untuk mengungkap kejadian sebenarnya hingga mengakibatkan bus tidak terkendali dan terguling,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Syahduddi.
