RADAR69.ID – Jakarta, Insiden helikopter jatuh Kilimanjaro terjadi di kawasan Gunung Kilimanjaro, Tanzania, dan menewaskan lima orang, termasuk dua wisatawan asal Republik Ceko. Kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (24/12/2025) di Camp Barafu, pada ketinggian sekitar 4.700 meter di atas permukaan laut. Seluruh penumpang dan awak helikopter dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Otoritas penerbangan setempat menyatakan hingga kini penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan faktor pemicu jatuhnya helikopter tersebut.
Baca Juga: Lumpuh Total! Banjir Terjang Cirebon, Sungai Meluap
Kronologi Helikopter Jatuh Kilimanjaro di Ketinggian 4.700 Meter
Berdasarkan keterangan resmi, helikopter jatuh di kawasan Camp Barafu, salah satu titik peristirahatan utama bagi pendaki sebelum menuju puncak Gunung Kilimanjaro. Lokasi ini dikenal memiliki kondisi ekstrem karena cuaca yang cepat berubah dan kadar oksigen yang sangat tipis.
“Pesawat tersebut membawa lima orang di dalamnya,” tulis Otoritas Penerbangan Sipil Tanzania (TCAA) dalam pernyataan resminya pada hari Kamis (25/12). “Sangat tragis, kecelakaan ini mengakibatkan hilangnya kelima nyawa tersebut.”
Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian tanpa ada yang selamat.
Korban Helikopter Jatuh Kilimanjaro Termasuk Wisatawan Asing
Korban tewas dalam peristiwa helikopter jatuh Kilimanjaro ini berasal dari berbagai latar belakang. Berdasarkan laporan otoritas setempat, korban terdiri dari dua turis asing asal Republik Ceko, seorang pilot, seorang dokter medis, serta seorang pemandu wisata.
Helikopter tersebut diketahui sedang menjalankan misi evakuasi medis menuju area pendakian ketika insiden terjadi. Operasi evakuasi di wilayah pegunungan tinggi seperti Kilimanjaro dikenal memiliki risiko besar karena faktor cuaca dan kondisi geografis yang menantang.
“Pesawat tersebut membawa lima orang. Tragisnya, semuanya tewas dalam kecelakaan tersebut,” ujarnya.
Catatan Keselamatan Penerbangan
Insiden ini menambah catatan panjang persoalan keselamatan penerbangan di Tanzania. Sebelumnya, Uni Eropa telah memasukkan seluruh maskapai penerbangan Tanzania ke dalam daftar berisiko tinggi.
Dalam pernyataan mereka menyebutkan “kekurangan personel yang berkualitas, proses pengawasan yang tidak efektif dalam operasi penerbangan dan kelaikan udara, dan ketidakpatuhan terhadap standar keselamatan internasional”.
Sejumlah kecelakaan penerbangan besar juga pernah terjadi di negara tersebut. Pada 2022, sebuah pesawat jatuh ke Danau Victoria dan menewaskan 19 orang. Sementara pada 1999, kecelakaan pesawat di wilayah utara Tanzania menewaskan 12 orang, termasuk 10 wisatawan asal Amerika Serikat.
Gunung Kilimanjaro, yang berada di Tanzania, merupakan destinasi wisata populer dengan puluhan ribu pendaki setiap tahun. Tragedi ini kembali menyoroti tingginya risiko operasi penerbangan dan evakuasi medis di kawasan pegunungan ekstrem.
