RADAR69.ID – Jakarta, tragedi hajatan Purwakarta berubah menjadi peristiwa memilukan setelah seorang tuan rumah bernama Dadang (58) meninggal dunia usai dianiaya sekelompok pria di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Sabtu, 4 April 2026.
Acara pernikahan yang awalnya berlangsung penuh kebahagiaan mendadak berubah menjadi kepanikan. Yuk simak bagaimana kronologi kejadian ini hingga berujung tragedi.
Baca Juga: Brutal! Pelaku Curanmor Ditembak Polisi Saat Kejar-kejaran
Kronologi Tragedi Hajatan Purwakarta saat Pesta Berlangsung
Peristiwa bermula ketika acara hiburan dalam pesta pernikahan anak korban tengah berlangsung. Sekelompok pria datang ke lokasi dalam kondisi diduga mabuk dan langsung mendekati tuan rumah.
Mereka meminta sejumlah uang kepada korban yang disebut sebagai “jatah” untuk membeli minuman keras. Awalnya, korban sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu untuk menghindari keributan.
Namun situasi tidak berhenti di situ. Para pelaku kembali meminta uang dengan jumlah lebih besar, yakni Rp500 ribu.
Permintaan Uang Picu Tragedi Hajatan Purwakarta

Permintaan kedua tersebut ditolak oleh korban. Penolakan itu justru memicu emosi para pelaku hingga membuat suasana pesta menjadi tegang.
Keributan mulai terjadi di tengah tamu undangan. Suasana yang semula penuh tawa mendadak berubah menjadi kacau ketika para pelaku mulai bersikap agresif.
“Pelaku datang dalam kondisi mabuk dan sempat meminta uang kepada korban. Saat permintaan kedua ditolak, terjadi penganiayaan,” ujar Enjang.
Aksi Brutal dalam Tragedi Hajatan Purwakarta
Korban yang mencoba menjauh dari keributan justru diikuti oleh beberapa pelaku. Tanpa banyak peringatan, korban langsung diserang menggunakan benda keras seperti potongan bambu dan balok kayu.
Pukulan bertubi-tubi mengenai bagian tubuh hingga kepala korban membuat Dadang terjatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
“Korban dipukul menggunakan belahan bambu di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri,” ujar Enjang.
Dalam kondisi kritis, korban sempat mendapat pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah yang dialami.
Baca Juga: Heboh! Israel Akui Somaliland, AS dan Dunia Arab Bereaksi
Kepanikan Keluarga Pecah
Keributan tersebut membuat tamu undangan panik dan berlarian menyelamatkan diri. Suasana pesta berubah drastis menjadi penuh ketakutan dan kepanikan.
Jeritan keluarga pecah di lokasi kejadian. Istri korban, Juju, dilaporkan pingsan setelah melihat suaminya dalam kondisi bersimbah darah.
Beberapa warga mencoba memberikan pertolongan, sementara yang lain berusaha menenangkan suasana yang sudah tidak terkendali.
Kesimpulan
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap kronologi secara lengkap.
Salah satu pelaku berinisial KR (34) telah menyerahkan diri, sementara pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Polisi memastikan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.
Tragedi hajatan Purwakarta ini menjadi perhatian luas karena terjadi di tengah acara keluarga yang seharusnya penuh kebahagiaan. Aparat kepolisian menegaskan akan menindak tegas para pelaku dan memastikan proses hukum berjalan hingga tuntas.
